Penjualanmulti-tingkat atau dikenal sebagai MLM memiliki kesamaan dengan penjualan satu tingkat. Sebab, sama-sama dapat dilakukan secara tatap muka maupun daring. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah fokus utama penjualan. Jika penjualan satu tingkat berfokus pada produk yang akan dijual, penjual multi tingkat berfokus pada merekrut
Isidengan berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana kita bisa menjangkau, menghubungi dan menemui target market tersebut. Step #3: Siapkan Daftar Pertanyaan (Sales Script) Berikutnya yang harus disiapkan adalah menyusun daftar pertanyaan (sales script) yang disesuaikan dengan latar belakang, hobby atau hal-hal yang mereka sukai,
TahukahAnda, apabila semakin tinggi tingkat penjualan sebuah usaha maka peluang untuk bertahan dan memiliki nilai lebih di mata konsumen tentu akan semakin besar. Sebab dari contoh manajemen penjualan tersebut, Anda bisa melihat bagaimana kepuasan pelanggan, kebutuhan pelanggan, serta tingkat persaingan hingga prospeknya di masa depan.
.
Banyak bisnis menetapkan tujuan penjualan jangka pendek dan panjang untuk meningkatkan pembelian dan pendapatan, tetapi beberapa mengabaikan pentingnya melakukan analisis penjualan. Dengan melakukan analisis arus kas secara teratur, manajemen dapat melihat kinerja tim penjualan dari berbagai perspektif. Tim penjualan dapat melihat permintaan untuk produk tertentu, efektivitas interaksi pelanggan dan trend pasar yang muncul. Dengan insight ini, membantu perusahaan untuk mengoptimalkan penjualan. Berikut mengapa bisnis perlu melakukan analisis ini beserta dengan 9 cara yang bisa Anda coba di bisnis Anda! Apa Itu Analisis Penjualan? Analisis penjualan adalah laporan rinci yang menunjukkan kinerja penjualan, serta data pelanggan dan pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah bisnis. Laporan tersebut berisi kekuatan dan kelemahan tim penjualan dan produk dengan mengacu pada metrik di waktu sebelumnya dan saat ini untuk mengetahui trend yang muncul dan yang paling relevan dengan bisnis Anda. Biasanya, analisis ini terdiri dari data kuantitatif, seperti key performance indikator KPI dan grafik. KPI itu termasuk Penjualan regionalPenjualan per perwakilanNilai pembelian rata-rataConversion ratePenjualan saat iniSales opportunitiesSales pipelineTarget penjualanPertumbuhan penjualan. Analisis penjualan memberikan value penting dan insight yang dapat ditindaklanjuti. Hal ini membantu manajemen untuk membuat keputusan berdasarkan data daripada mengandalkan tebakan. Mengapa Perlu Analisis Penjualan? Menganalisis data penjualan adalah skill penting yang perlu dimiliki oleh tim sales di perusahaan Anda. Terutama dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan insight mengenai berbagai channel penjualan, perusahaan dapat menemukan pelanggan mana yang paling menguntungkan, dimana marketing perlu digencarkan, dan produk mana yang membutuhkan turnover lebih cepat. Laporan penjualan yang lengkap membantu mengetahui kelemahan yang ada dan melakukan improvisasi yang efektif untuk mempromosikan penjualan, pendapatan, dan bottom line. Sistem analisis penjualan yang lengkap dapat memberi tim penjualan tools untuk menguji dan memahami apa yang paling cocok untuk pasar bisnis Anda. Dengan mengandalkan analisis internal dibandingkan kebijaksanaan eksternal, tim penjualan dapat membangun prinsip mereka sendiri. Baca Juga 5 Template Forecast Penjualan Terbaik dan Tips Menjalankannya Membantu Meningkatkan Penjualan Ini membantu menentukan produk atau fitur yang memiliki penjualan terbaik serta yang tidak laku. Selain itu, analisis ini memberi Anda insight market dan klien yang bagus sebagai peluang pertumbuhan. Ini berarti Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai value proposition perusahaan Anda di pasar. Meningkatkan Kinerja Menganalisis data penjualan membantu mengurangi masalah apapun dalam siklus penjualan perusahaan. Melacak data seperti kegiatan penjualan atau kemajuan training akan membantu menentukan seberapa baik kinerja tim Anda. Lihatlah data penjualan Anda, ini akan membantu menemukan cara untuk meningkatkan siklus penjualan perusahaan untuk mendapatkan profit yang paling optimal. Ini juga membantu menentukan nilai perkiraan yang lebih akurat, yang berarti kuota dan target yang lebih sesuai. Mempersiapkan Skala Penjualan Memonitor metrik penjualan akan membantu ketika tiba saatnya untuk menambah tim Anda. Menganalisis data penjualan untuk memperkuat dan meningkatkan proses penjualan berarti Anda dapat meningkatkan skala tim penjualan dengan percaya diri. Selain itu, mengomunikasikan dan melaporkan data penjualan secara internal akan mendorong keputusan bisnis antar departemen. Ketika perusahaan memiliki akses ke analisis data penjualan reguler, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih cerdas untuk masa depan. Baca Juga 4 Strategi Sales Funnel 9 Metode Analisis Penjualan Tidak semua bisnis memiliki cara yang sama dalam menganalisis, tergantung dari tujuan penjualan mereka. Setiap metodenya diarahkan ke matriks tertentu untuk menghasilkan insight mengenai kinerja bisnis. Oleh karena itu, manajemen harus menentukan bagian mana yang perlu ditingkatkan, dan teknik mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Analisis Tren Penjualan Analisis tren penjualan fokus pada menemukan pola dari data penjualan dalam jangka waktu tertentu. Banyak supplier menggunakan metode ini untuk menentukan trend mikro dan makro. Trend mikro mencakup lini produk tertentu selama seminggu atau lebih, sementara trend makro dapat melacak berbagai barang selama beberapa bulan. Cara ini membantu manajemen untuk menentukan kemajuan mereka menuju tujuan penjualan dan mengetahui peningkatan atau penurunan permintaan produk. Analisis Kinerja Penjualan Analisis kinerja mengukur efektivitas strategi penjualan dengan memantau kinerja tim penjualan. Selain melacak penjualan per regional dan KPI lainnya, metode ini sering memerlukan analisis keuangan berdasarkan pendapatan yang dihasilkan dari departemen atau periode tertentu. Analis juga dapat menyesuaikan laporan yang meliputi tingkat pertumbuhan pendapatan, margin keuntungan, dan lain-lain. Cara ini menunjukkan kepada tim penjualan mengenai level kinerja mereka saat ini dan bagaimana perbandingannya dengan rencana yang sudah dibuat. Analisis Prediksi Penjualan Prediktif Analisis prediksi penjualan dihasilkan oleh software forecasting, cara ini menggunakan trend di periode sebelumnya untuk mengantisipasi risiko dan peluang di masa mendatang. Hal ini membantu perusahaan untuk mengurangi ancaman dan mempersiapkan tim untuk memanfaatkan permintaan pelanggan.. Dengan memanfaatkan solusi prediktif, bisnis dapat meningkatkan tingkat konversi dan menentukan peluang untuk melakukan upsell atau cross-sell, mempromosikan penjualan dan pendapatan. Analisis Pipeline Penjualan Analisis pipeline penjualan memantau aktivitas konsumen sebelum mereka menyelesaikan penjualan atau meninggalkan keranjang belanja mereka. Laporan ini umumnya meliputi beberapa channel penjualan atau rincian engagement dari channel tertentu. Dengan data ini, Anda mengetahui bagaimana perwakilan penjualan harus berinteraksi dengan pelanggan untuk meningkatkan tingkat konversi dan menyelesaikan transaksi. Analisis Penjualan Produk Bisnis yang menawarkan beberapa lini dan varian produk perlu melakukan analisis penjualan produk secara rutin untuk menentukan produk mana yang paling laris dan tidak. Laporan penjualan produk mempertimbangkan KPI dan rincian pendapatan untuk menemukan performa produk dalam jangka waktu tertentu. Tergantung pada KPI yang digunakan, perusahaan dapat melihat penjualan produk dari perspektif demografi atau permintaan pelanggan yang berbeda. Hasilnya membantu manajemen untuk memutuskan produk mana yang harus dihentikan atau dipromosikan. Analisis Efektivitas Penjualan Analisis ini juga dikenal sebagai manajemen penjualan, analisis efektivitas penjualan memantau kinerja setiap perwakilan untuk mengajari mereka cara menyelesaikan sebuah pembelian. Laporan ini perlu mempelajari metrik dan pola yang ada untuk membuat insight yang dapat ditindaklanjuti. Analisis efektivitas yang akurat dapat meningkatkan interaksi pelanggan untuk meningkatkan level penjualan. Analisis Diagnostik Analisis diagnostik menemukan penyebab di balik KPI dan tren penjualan untuk menentukan cara melakukan improvisasi. Misalnya, sebuah perusahaan menemukan bahwa alasan penurunan penjualan barang populer bukanlah karena interaksi pelanggan yang buruk, tetapi karena pesaing meluncurkan produk serupa. Manajemen dapat mengidentifikasi hambatan dan mengembangkan rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja tim dan mengatasi hambatan. Dengan secara teratur melakukan analisis diagnostik, perusahaan dapat menentukan hambatan baru dan mengembangkan pendekatan penjualan mereka agar tetap kompetitif. Baca Juga Software Penjualan 8 Fitur dan Rekomendasi Software Terbaik Analisis Preskriptif Meskipun mirip dengan metode prediktif, analisis preskriptif mempertimbangkan trend dan mendapatkan insight mengenai cara menangani kondisi yang berbeda, berdasarkan data yang ada. Misalnya, analisis prediktif akan menentukan bahwa permintaan pelanggan untuk produk tertentu akan meningkat dalam sebulan. Analisis preskriptif akan mengambil data ini dan menentukan channel penjualan apa yang akan dikunjungi pelanggan dan bagaimana tim Anda dapat memaksimalkan penjualan. Hal ini membantu bisnis untuk memanfaatkan peluang masa depan, daripada berinvestasi dalam pendekatan yang mungkin tidak membuahkan hasil. Riset Marketing Ketika berbisnis, Anda perlu menyempatkan waktu untuk meneliti trend pasar karena dapat mengetahui preferensi konsumen yang berkembang agar tetap kompetitif. Manajemen dapat menghubungi pelanggan secara langsung melalui telepon, email, atau di dalam toko untuk mendapatkan insight mengenai apa yang diminati konsumen modern dan bagaimana persona pembeli berubah. Cara ini juga berguna untuk menemukan statistik dan metode kompetitor, seperti strategi penetapan harga, interaksi pelanggan, dan cara marketing. Dengan informasi ini, manajemen dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan kompetitor secara akurat untuk mengembangkan strategi marketing yang efektif. Kesimpulan Ada 9 metode analisis yang bisa Anda gunakan untuk membantu mengambil keputusan dan menyusun strategi penjualan, antara lain analisis trend, kinerja, prediksi penjualan, pipeline, penjualan produk, efektivitas penjualan, diagnostik, perspektif dan marketing. Dari banyaknya analisis tersebut, manakah yang cocok dengan bisnis Anda? Analisis ini memang salah satu hal yang tidak boleh disepelekan dalam menjalankan sebuah bisnis, karena apabila hanya memiliki data penjualan saja tetapi tidak dianalisis, maka data tersebut tidak berguna. Bagi perusahaan yang sudah berskala besar dengan nilai transaksi penjualan mencapai ribuan produk per harinya pasti akan kesulitan mencatat data apabila masih dilakukan secara manual. Hal tersebut tentu akan berpeluang menyebabkan kesalahan perhitungan dan malah menyebabkan perusahaan merugi. Berinvestasi di software untuk bisnis terkadang masih underrated bagi banyak pemilik bisnis. Padahal itu merupakan investasi, dengan menggunakan software maka kinerja perusahaan dapat lebih cepat dan MASERP sebagai software ERP dapat menjadi solusi terbaik untuk mengoptimalkan bisnis MASERP memiliki modul dan fitur lengkap seperti penjualan, pembelian, keuangan, manufaktur, distribusi, aset tetap, karyawan, inventory, pajak, 300+ laporan siap cetak dan masih banyak lagi. Software ini dapat dipasang di server kantor atau di cloud. Kelebihan pemasangan di server kantor, Anda bisa menggunakan program walaupun internet mati. MASERP dapat digunakan untuk lebih dari satu entitas perusahaan tanpa biaya tambahan. Dengan database SQL server, MASERP kuat menampung jutaan transaksi dan tidak akan corrupt. Yang membedakan MASERP dengan vendor lain, MASERP dapat dicustom sesuai dengan bisnis flow perusahaan Anda dan dapat juga diintegrasi dengan software lain. Biarkan software yang beradaptasi dengan bisnis flow Anda, bukan Anda yang mengikuti flow software. Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami sekarang. Gratis!
7 Langkah Utama Dalam Penjualan yang Efektif Tidak ada pendekatan penjualan yang paling unggul dalam segala situasi. Tetapi program pelatihan penjualan umumnya sepakat tentang 7 langkah utama yang dibutuhkan dalam proses penjualan yang efektif. Langkah-langkah tersebut antara lain sebagai berikut 1. Menentukan Siapa Dan Kualifikasi Calon Langkah pertama dalam proses penjualan ialah mengidentifikasi calon. Walaupun perusahaan berusaha memberi petunjuk, wakil penjualan perlu mempunyai keahlian untuk mendapatkan petunjuk mereka sendiri. Petunjuk tersebut dapat diperoleh dengan cara-cara sebagai berikut a. Menanyakan pelanggan saat ini tentang nama-nama prospek. b. Menghubungi sumber-sumber lainnya, seperti agen penjual, wakil penjualan yang tidak bersaing, pemasok, bankir dan eksekutif asosiasi perdagangan. c. Melakukan aktivitas berbicara dan menulis yang akan menarik perhatian konsumen. d. Bergabung dengan organisasi tempat prospek ini bergabung. e. Memeriksa sumber-sumber data buku telepon, surat kabar, dan sebagainya untuk mencari nama-nama. f. Menggunakan telepon dan surat untuk memperoleh petunjuk. g. Mampir ke berbagai kantor tanpa pemberitahuan cold canvassing Wakil penjualan membutuhkan keahlian untuk menyaring petunjuk-petunjuk yang jelek. Wakil penjualan mungkin menyurati ataupun menelepon calon pembeli sebelum akhirnya memutuskan untuk mengunjunginya. Calon dikualifikasikan dengan memeriksa kemampuan keuangannya, ukuran bisnisnya, lokasi, persyaratan khusus, dan kemungkinan bisnis yang berkelanjutan. Petunjuk dapat digolongkan sebagai petunjuk hangat warm leads, petunjuk panas hot leads, dan petunjuk dingin cold leads, dan pelunjuk panas yang dikontak pertama kali. 2. Pendekatan Awal Wiraniaga perlu untuk mempelajari sebanyak mungkin perusahaan calon apa yang dibutuhkan, dan siapa yang terlibat dalam keputusan pembelian dan pembelinya karakteristik pribadi mereka serta gaya pembeliannya. Wiraniaga bisa berkonsultasi dengan sumber-sumber standar, kenalan, dan orang lain untuk dapat mempelajari perusahaan tersebut. Wiraniaga harus menetapkan tujuan kunjungannya, yang mungkin untuk menentukan kualifikasi calon, mengumpulkan informasi, ataupun melakukan penjualan. Tugas lainnya ialah untuk memutuskan pendekatan terbaik, yang mungkin merupakan telepon, kunjungan pribadi, atau surat. Penentuan waktu terbaik juga harus dipikirkan karena banyak calon yang sibuk pada waktu-waktu tertentu. Dan pada akhirnya, wiraniaga harus merencanakan strategi penjualan keseluruhan untuk account tersebut. 3. Pendekatan Wiraniaga harus mengetahui bagaimana cara menyapa pembeli untuk membina hubungan awal yang baik. Wiraniaga mungkin mempertimbangkan untuk menggunakan pakaian yang sama dengan yang digunakan oleh pembeli, menunjukkan perhatian dan kesopanan pada pembeli, dan menghindari perilaku yang mengganggu seperti misalnya memelototi pelanggan. Kalimat pembuka sebisa mungkin harus positif, misalnya seperti "Tuan Roony, saya Caroline dari Perusahaan Global. Perusahaan saya dan saya menghargai kesediaan Anda untuk menemui saya. Saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik agar kunjungan ini dapat menguntungkan dan berharga bagi Anda dan perusahaan Anda". Ini mungkin akan diikuti dengan pertanyaan kunci serta aktif mendengarkan untuk memahami pembeli dan kebutuhannya dengan baik. 4. Presentasi dan Demonstrasi Wiraniaga saat ini "menceritakan" produk pada pembeli, mengikuti rumus AIDA untuk mendapatkan attention perhatian, interest menimbulkan minat, desire membangkitkan keinginan, dan action menghasilkan tindakan. Selama presentasi berlangsung wiraniaga menekankan benefit manfaat yang dapat diperoleh oleh pembeli, dengan memperlihatkan feature's keistimewaan-keistimewaan produk sebagai bukti manfaatnya. Manfaat adalah suatu keuntungan, seperti pekerjaan lebih sedikit, biaya yang lebih rendah, atau laba yang lebih besar bagi pembeli. Feature merupakan karakteristik produk seperti berat, warna, atau ukurannya. Kesalahan penjualan yang umum terjadi ialah membesar-besarkan feature produk orientasi produk, dan bukan manfaatnya bagi pelanggan orientasi pasar. Setidaknya perusahaan sudah mengembangkan tiga gaya presentasi penjualan yaitu sebagai berikut a. Pendekatan Baku Canned Approach Yakni pembicaraan penjualan hafalan yang mencakup pokok-pokok utama. Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran rangsangan tanggapan, yaitu pembeli pasif dan dapat digerakkan untuk membeli dengan memakai rangsangan kata yang tepat, istilah, gambar, dan tindakan. Presentasi dengan memakai pendekatan baku terutama biasanya dilakukan dalam penjualan dari rumah ke rumah dan penjualan melalui telepon. b. Pendekatan Rumusan For Mulated Approach Didasarkan pada pemikiran rangsangan tanggapan namun mengidentifikasikan terlebih dahulu kebutuhan pembeli dan gaya pembeliannya, kemudian memakai pendekatan rumusan pada pembeli jenis ini. Wiraniaga pertama-tama mengajak pembeli untuk berdiskusi sedemikian rupa sehingga terungkaplah sikap dan kebutuhan pembeli. Kemudian wiraniaga akan beralih ke presentasi rumusan yang menunjukkan bagaimana produk yang bersangkutan akan memuaskan kebutuhan pembeli. Ini tidak baku, namun mengikuti suatu rencana umum. c. Pendekatan Kebutuhan Kepuasan Need Satisfaction Approach Pendekatan ini dimulai dengan mencari kebutuhan pelanggan yang sebenarnya dengan mendorong pelanggan agar berbicara. Pendekatan ini memerlukan keahlian mendengarkan serta memecahkan masalah yang baik. Wiraniaga disini berperan sebagai konsultan bisnis yang mengerti banyak hal dengan harapan bisa membantu pelanggan menghemat uang atau mendapatkan lebih banyak uang. Presentasi penjualan bisa ditingkatkan dengan alat bantu demonstrasi seperti bagan, slide, buklet, film, video, sampel produk, dan simulasi berbasis komputer. Apabila pembeli dapat melihat atau menangani produk, ia akan ingat lebih baik mengenai feature dan manfaatnya. Selama demonstrasi, wiraniaga dapat memakai salah satu dari lima strategi untuk mempengaruhi a. Legitimasi yaitu wiraniaga menekankan reputasi dan pengalaman perusahaannya. b. Kekuatan referensi yaitu wiraniaga mengandalkan minat, karakteristik, dan pengenalan bersama. c. Keahlian yaitu wiraniaga menunjukkan pengetahuan yang mendalam tentang situasi pembeli dan produk perusahaannya. d. Terima kasih yaitu wiraniaga memberikan bantuan pribadi pemberian promosi, makan siang gratis untuk memperkuat hubungan dan perasaan timbal balik. e. Manajemen kesan yaitu wiraniaga berusaha untuk menimbulkan kesan yang baik atas dirinya. 5. Mengatasi Keberatan Pelanggan senantiasa mengajukan keberatan selama presentasi ataupun ketika diminta untuk memesan. Penolakan mereka dapat bersifat psikologis maupun logis. Penolakan psikologis mencakup penolakan untuk ikut campur, keengganan untuk menyerah, preferensi terhadap sumber pasokan atau merek yang sudah mapan kelesuan, asosiasi yang tidak menyenangkan mengenai orang lain, tidak suka mengambil keputusan, ide yang sudah dimiliki sebelumnya, dan sikap ketakutan yang berlebihan terhadap uang. Penolakan logis mungkin mencakup keberatan atas harga, jadwal pengiriman, ataupun karakteristik tertentu produk atau perusahaan. Untuk menangani keberatan-keberatan tersebut, wiraniaga mempertahankan pendekatan yang positif, menanyai pembeli dengan cara sedemikian rupa sehingga pembeli harus menjelaskan keberatannya, meminta pembeli untuk menjelaskan keberatan mereka, menyangkal keabsahan keberatan tersebut, ataupun mengubah keberatan tersebut menjadi alasan untuk membeli. Wiraniaga memerlukan latihan keahlian negosiasi yang lebih luas, yang didalamnya mencakup bagaimana menangani dan mengatasi keberatan. 6. Penutupan Sekarang wiraniaga mencoba menutup penjualan. Sebagian wiraniaga tidak meraih tahap ini atau tidak melakukannya dengan baik. Mereka kurang mempunyai kepercayaan diri atau merasa kurang nyaman untuk meminta pesanan ataupun tidak menyadari waktu psikologis yang tepat untuk menutup penjualan. Wiraniaga perlu untuk mengetahui bagaimana mengenali sinyal atau tanda-tanda untuk menutup penjualan dari pembeli, termasuk tindakan fisik, pernyataan, komentar, dan pertanyaan. Wiraniaga dapat memakai salah satu dari sebagaian teknik penutupan. Mereka dapat meminta pesanan, mengulangi butir-butir kesepakatan, menanyakan apakah pembeli ingin A atau B, menawarkan untuk membantu sekretaris menulis pesanan, membuat pembeli harus melakukan pilihan kecil seperti ukuran atau warna, atau menunjukkan apa kerugian pembeli apabila tidak memesan sekarang. Wiraniaga mungkin saja menawarkan dorongan khusus bagi pembeli untuk menutup penjualan, seperti kuantitas ekstra gratis, harga khusus, atau pemberian hadiah. 7. Tindak Lanjut dan Pemeliharaan Langkah terakhir ini sangat penting apabila wiraniaga ingin memastikan kepuasan pelanggan dan kelanjutan bisnis. Segera sesudah menutup penjualan, wiraniaga sebaiknya melengkapi perincian yang dibutuhkan tentang waktu pengiriman, syarat pembelian, serta hal-hal lain yang dibutuhkan oleh pelanggan. Wiraniaga harus menjadwalkan kunjungan sebagai tindak lanjut apabila pesanan sudah diterima, untuk memastikan instruksi, instalasi, dan pelayanan yang tepat. Kunjungan tersebut akan mendeteksi masalah-masalah yang ada dan meyakinkan pembeli bahwa wiraniaga menaruh perhatian, serta mengurangi ketidaksenangan yang mungkin akan timbul. Wiraniaga harus pula mengembangkan rencana pemeliharaan account untuk memastikan bahwa pelanggan tersebut tidak terlupakan atau hilang.
Memenangi persaingan pasar bukan sebuah hal yang mudah. Dibutuhkan banyak hal, seperti modal yang tidak sedikit, sumber daya manusia berpengalaman, dan tentu saja, strategi penjualan. Dibanding dua faktor lain, strategi penjualan kerap dilupakan. Terkadang, beberapa perusahaan hanya asal menjual produk atau layanan, tanpa memikirkan strategi. Imbasnya, proses penjualan tidak mendapatkan hasil maksimal. Di artikel ini, Glints akan menjelaskan bagaimana menerapkan strategi penjualan, rencana penjualan, hingga menciptakan strategi penjualan yang memiliki manfaat jangka panjang. Yuk disimak! Mengenal Strategi Penjualan © Strategi penjualan adalah rencana yang dibuat oleh perusahaan tentang bagaimana menjual produk atau layanan demi mendapatkan atau meningkatkan laba. Proses pembuatan rencana ini biasanya dilakukan oleh tim sales dan marketing. Biasanya, strategi ini mencakup informasi tentang rencana bisnis perusahaan dan bagaimana perusahaan menjangkaunya. Rencana ini berguna untuk membuat anggaran pengeluaran terkait penjualan, seperti membayar iklan hingga menawarkan produk ke target yang baru. Sementara itu, menurut HubSpot, strategi penjualan adalah proses perencanaan yang dilakukan perusahaan untuk menargetkan pembeli baru. Beberapa perusahaan memiliki rencana dan strategi yang berbeda-beda, tergantung kepada apa yang diinginkan. Ada empat tahapan yang harus dilalui oleh perusahaan saat menciptakan strategi penjualan. Di antaranya adalah mengidentifikasi prospek, menawarkan produk atau layanan kepada prospek, menjual barang kepada pembeli, dan mengeksplorasi strategi baru. Agar berhasil di empat tahapan tersebut, dibutuhkan tiga hal kesadaran, pertimbangan, dan pengambilan keputusan. Dengan tiga hal ini, kemungkinan strategi penjualan memberikan manfaat besar bagi perusahaan pun akan semakin besar. Selain itu, HubSpot juga menerangkan bahwa ada dua jenis strategi penjualan, yakni penjualan keluar atau inbound sales dan penjualan masuk atau outbound sales. Mari kita pelajari perbedaan kedua jenis strategi ini. 1. Penjualan masuk atau inbound sales Dalam metode ini, proses penjualan dilakukan berdasarkan bagaimana karakteristik pembeli. Bagaimana pembeli mengonsumsi produk hingga bagaimana pembeli mengeluarkan uang demi sebuah produk akan menjadi catatan dalam penjualan masuk. Cara ini diketahui memiliki tingkat kesuksesan yang lebih tinggi. Meski demikian, biaya untuk menerapkan metode ini terbilang mahal karena perusahaan harus menyelaraskan strategi penjualan dengan karakteristik pembeli di segmentasi tertentu. 2. Penjualan keluar atau outbound sales Cara ini lazim digunakan di dunia penjualan lokal. Cara ini menekankan pada strategi yang didasari bagaimana kebutuhan perusahaan terhadap produk atau layanan yang dijual. Strategi ini diciptakan berdasarkan data tim penjualan terhadap pembeli. Lewat data tersebut, mereka mengatur saluran pemasaran dan penjualan, hingga akhirnya menciptakan pengalaman penjualan baru bagi pembeli. Membuat Rencana Penjualan © Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk menciptakan strategi penjualan, dibutuhkan rencana penjualan. Rencana penjualan masing-masing perusahaan tentu berbeda-beda dikarenakan target yang dimiliki tentu saja berbeda. Meski demikian, secara garis besar, ada beberapa hal yang wajib dalam setiap rencana penjualan. Berikut di antaranya 1. Sesuai tujuan organisasi Agar strategi penjualan berhasil, diperlukan sebuah patokan dan target yang dapat diukur. Target ini bisa berupa apa saja, misalnya Penjualan pulsa di semester kedua tahun 2019 mencapai Rp 1 miliar.’ 2. Profil pelanggan dan produk yang ditawarkan Profil yang rinci dari setiap target pembeli amat penting dalam setiap rencana yang akan dibuat. Hal ini biasanya meliputi di mana mereka bekerja, faktor-faktor psikologis, hingga bagaimana mereka membeli produk atau layanan. Selain membuat profil target pembeli, setiap rencana juga wajib mencantumkan poin utama dari setiap produk yang akan ditawarkan. Poin ini biasanya menguraikan manfaat dan mengapa produk atau layanan layak dibeli. 3. Proses pemasaran Proses pemasaran biasanya mencakup rencana terperinci tentang bagaimana menargetkan pelanggan potensial. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan dari setiap produk atau layanan yang dijual. Setiap perusahaan memiliki cara masing-masing di bagian ini. Misalnya, apabila ada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang internet dan menargetkan milenial, mungkin mereka akan menjadikan sosial media sebagai saluran utama. 4. Perekrutan sales Perekrutan sales kerap dilupakan oleh beberapa perusahaan. Bagaimana tidak, bagi sebagian perusahaan, sales dituntut untuk menawarkan beragam produk atau layanan. Padahal, lain kualifikasi, lain pula pengetahuan yang dimiliki oleh sales. Untuk sukses di sini, tidak hanya diperlukan sales yang memiliki pengalaman di bidang yang sesuai dengan perusahaan. Namun, membutuhkan pula proses pengenalan produk, di mana biasanya dilakukan pada hari pertama mereka bekerja. 5. Pengukuran kinerja Apabila sales sudah bekerja, lakukanlah pengukuran. Cara pengukuran sendiri bermacam-macam. Bisa melalui Key Performance Indicator KPI atau dashboard kinerja yang mengukur setiap orang secara real time. Ada baiknya, pengukuran diperlukan dalam rentang waktu triwulan. Hal ini dikarenakan rentang waktu 3 bulan adalah rasio normal untuk mengetahui kepuasan pembeli. Apabila dalam 3 bulan produk atau layanan gagal memenuhi target, maka penyusunan ulang strategi perlu dilakukan. Rahasia Sukses Strategi Penjualan © Strategi penjualan didefinisikan sebagai rencana terdokumentasi untuk memposisikan dan menjual produk atau layanan kepada pembeli. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan tujuan dan panduan yang jelas kepada tim sales atau marketing. Sebagian besar isi rencana ini bermanfaat untuk mengkomunikasikan tujuan dan mencapai target dari setiap tenaga penjualan. Biasanya, rencana ini berisi tujuan pertumbuhan, KPI, persona pembeli, proses penjualan, dan metodologi penjualan. Nah, tidak hanya itu saja. Diperlukan juga beberapa hal untuk mendorong strategi penjualan yang dibuat berhasil. Berikut di antaranya 1. Bangun pesan yang kuat Sebagian besar calon pembeli tidak memahami apa yang disampaikan oleh sales. Jadi, untuk memenangi pasar, strategi yang akan dibuat harus benar-benar membuat calon pembeli merasa perlu. Salah satu cara agar diingat adalah dengan membuat strategi pemasaran yang kuat dan persuasif. Riset Forrester menemukan bahwa 74 persen pembeli akan menggunakan produk yang mereka terus ingat, dibanding penjual yang lain. 2. Ubah cara pikir pembeli Sebagian besar perusahaan secara tidak sadar memposisikan diri mereka untuk keunggulan atas kompetitor. Menurut Tim Riesterer, Chief Strategy Officer dari Corporate Visions, dengan melakukan itu, mereka justru melakukan langkah mundur. Mayoritas pembeli lebih memilih sesuatu tanpa alasan. Menurut Riesterer, 60 persen orang memutuskan untuk membeli suatu produk tanpa alasan yang jelas. Lantas bagaimana? Riesterer mengatakan bahwa jika ingin menciptakan perbedaan, buat perbedaan yang besar. 3. Bercerita, bukan berjualan Strategi penjualan adalah rencana berulang yang digunakan tenaga penjual untuk membuat pembeli membeli produk atau layanan mereka. Biasanya, rencana ini melibatkan beberapa langkah seperti pencarian calon pembeli hingga pembeli memutuskan sesuatu. Karena strategi penjualan adalah proses yang berulang, cobalah untuk menjadi berbeda, salah satunya adalah menggunakan cerita sebagai strategi untuk menarik pembeli. Buat strategi yang mengedepankan kalimat persuasif dan relevan dengan pembeli, bukan yang lain. Tertarik di bidang ini? Jika iya, inilah kesempatanmu untuk menerapkan ilmu strategi penjualan terutama di bagian sales atau business development. Yuk, langsung sign up dan cari peluang kerja sales atau business development yang cocok buatmu di Glints. 17 Best Sales Strategies, Plans, & Initiatives for Success [Templates] sales strategy what’s most effective? a great message!
bagaimana cara melakukan penjualan satu tingkat